BAJU ADAT KEBUMEN HIASI SPENSAROW

Rowokele – Tanggal 21 Oktober 2019 merupakan hari bersejarah bagi Kabupaten Kebumen pada umumnya dan bagi SMP Negeri 1 Rowokele pada khususnya. Hal tersebut dikarenakan Pemkab Kebumen mewajibkan seluruh ASN untuk memakai pakaian adat khas Kebumen mulai hari Senin, 21 Oktober 2019. Kebijakan ini akan rutin dilakukan tiap tanggal 21 setiap bulannya.

Tanggal 21 Oktober 2019 bertepatan dengan hari Senin. Hari senin selalu dilaksanakan upacara bendera. Bertepatan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2017 terkait dengan pakaian adat, upacara hari ini berbeda dengan upacara biasanya. Kepala sekolah, guru, dan staf karyawan mengenakan pakaian adat khusus Kabupaten Kebumen. Nuansa pakaian adat membuat terlihat menawan.

Pakaian adat Kebumen dilaunching setelah terbitnya PeraturanBupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas KabupatenKebumen. Sesuai dengan Perbup tersebut,terdapat aturan pakaian adat untuklaki-laki terdari dari surjan lengan panjang dengan kerah berdiri, bahan bajulurik motif kecil warna coklat tanah kehijauan.

Kemudian, berkancing bungkus sesuai warna busana tiga kancing kait dikrah, dua buah di dada kanan kiri.Kemudian, celana panjang komprang warna hitam, lancingan bebed panjen kain Batik Kebumen motif jagatan latar putih bahan katun. Ikat Pinggang berupa sabuk kopel, penutup kepala meretan berbentuk segitiga

Motif meretan warna dasar merah kecoklatan dibingkai batik motif modang, gambar lawet berwarna hitam disetiap ujungnya, gambar lawet pada ujung segitiga lebih besar, cucuk lawet menghadap ke depan dengan bahan katun. Alas kaki sepatu pantofel hitam, kaos kaki hitam atau sandal bandolan.

Sementara, pakaian adat perempuan terdiri dari kebaya kartini lengan panjang warna coklat kehijauan, stagen warna hitam, kain batik Kebumen motif jagatan latar putih dengan wiron mataraman dengan bahan katun. Alas kaki sepatu pantofel hitam atau sandal selop terbuka, rambut sanggul jogja, bagi yang berjilbab warna kerudung krem.

Sesuai Surat Edaran Bupati Kebumen Nomor 060/302 tanggal 19September 2019, tentang Penggunaan Pakaian Dinas di lingkungan Pemkab Kebumen.Surat Edaran ini merupakan tindak lanjut dari diterapkannya Perbup Nomor 35Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas Kabupaten Kebumen. (Sofi/IX C)

SPENSAROW KEREN “Budayakan Batik, Cintai Produk Negeri”

“2 Oktober 2019”

            Rabu, 2 Oktober 2019 SPENSAROW (SMP Negeri 1 Rowokele) mencatat sejarah (story of SPENSAROW). Seluruh siswa, guru, dan staf karyawan Smp Negeri 1 Rowokele menggunakan batik sebagai bentuk dukungan untuk batik Indonesia dan untuk memperingati hari Batik Nasional. Batik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena batik merupakan salah satu kekayaan Indonesia. Indonesia memiliki corat batik yang beraneka ragam dan memiliki makna yang berbeda disetiap motifnya. sWarna warni jutaan corak batik menghiasi SPENSAROW. Seluruh warga SPENSAROW menyambut hari batik dengan suka cita. Karena setelah ditetapkan oleh UNESCO bahwa hari batik nasional ditetapkan di tanggal 2 Oktober, maka setiap tanggal tersebut setiap warga Indonesia menggunakan batik yang indah.

Batik Kebumen

Setiap daerah di Indonesia memiliki corak yang berbeda-beda, begitu juga Kebumen. Kebumen memiliki corak batik yang disebut dengan “batik lawet”.Kain dan motif batik khas Kebumen ini memiliki ciri khas yang unik. Batik Kebumen tidak seperti batik di daerah Jawa Tengah yang biasanya memiliki motif dengan arti filosofis yang tinggi. Motif batik di Kebumen terbilang lebih sederhana dengan dominasi motif tumubuhan. Salah satu yang menjadi ciri khas batik kebumen adalah batik lawet yang merupakan cerminan maskot dari kota kebumen yaitu burung Lawet atau burung Walet dalam bahasa Indonesia. Motifnya lebih bersahaja tidak bermain dengan filosofi atau simbol. Ciri selanjutnya yang khas dari batik Kebumen adalah warna batik yang cenderung gelap, tak seperti warna batik pesisir yang umumnya bewarna cerah.  Salah satu motif batik Kebumen yang terkenal adalah motif gringsing, yang terkenal sampai kancah internasional karena kehalusannya. Pusat batik yang terkenal di Kebumen, berada di kampung Gemek Sakti dan Tanuraksan. ( Zahra/IX G)